Cari Blog Ini

Kamis, 26 November 2009

Kanker Usus Besar

Insiden Kanker Usus makin marak akhir-akhir ini. Gaya hidup mayarakat modern saat ini adalah pencetus utamanya. Gaya hidup manusia modern yang dituntut untuk hidup serba cepat, praktis dan seringkali lebih mementingkan penampilan ketimbang isi juga dapat mempengaruhi kesehatan. Makanan cepat saji, gorengan, atau makanan lain yang kurang serat dan kaya lemak serta kolesterol adalah produk dari gaya hidup seperti diatas. Hal yang sama juga terjadi pada rokok dan alkohol.

Apa Itu Kanker Usus Besar?
Kanker Usus Besar (kolakteral) adalah tumbuhnya sel kanker ganas di permukaan usus besar (rektum). Usus besar sendiri adalah usus yang memiliki diameter lebih besar dari usus halus. Panjangnya 1,5 m dan berbentuk seperti huruf U terbalik. Jika kanker itu makin dekat di anus kemungkinan insidennya makin besar. Meski termasuk salah satu kanker yang dapat disembuhkan dan dicegah penyebarannya, tapi kebanyakan pasien tidak menyadari kehadiran penyakit ini sehingga diperkirakan korban meninggal akibat kanker ini adalah sekitar 50%.

Gejala-gejala kanker usus besar bisa banyak dan tidak spesifik. Diantaranya adalah kelelahan, lemas, sesak nafas, perubahan kebiasaan pada usus besar, feses (kotoran) yang kecil, diare atau sembelit, darah hitam atau merah pada feses, berat badan menurun, sakit perut, kejang otot perut atau kembung.

Gejala kanker usus besar yang paling sering terjadi adalah sembelit atau konstipasi. Susah buang air besar menyebabkan kotoran tertahan di usus. Semakin lama kotoran tertahan diusus memungkinkan dinding usus menyerap kotoran tersebut. Keadaan itu bisa memicu sel kanker. Kondisi ini memang terutama disebabkan oleh pola makan yang kurang serat dan kurang minum.
Menjaga Kesehatan Pencernaan
Cara yang paling utama agar kita tidak terkena kanker usus besar ini adalah dengan menjaga kesehatan pencernaan melalui pola makan sehat. Biasakan mengkonsumsi makanan tinggi serat, seperti buah dan sayuran organik. Kurangi mengkonsumsi daging merah, seperti daging sapi dan kambing. Banyak makan serat akan mengurangi kemungkinan sembelit dan membuat BAB rutin.
Hindari juga obesitas dengan cara berolahraga teratur. Saat kita berolahraga, dalam tubuh berlaku gravitasi tubuh. Makanan akan lebih mudah turun ke pencernaan dan buang air lebih lancar. Berhentilah merokok (atau menghirup asap rokok) dan minum alkohol. Konsumsilah makanan-makanan yang berserat dan lakukan terapi dengan minum air putih secara teratur dan banyak.
Stres terutama adalah kondisi yang makin memperparah mereka yang sudah terkena gejala penyakit ini. Saat kita Stres, usu biasanya akan ikut tegang. Oleh karena itu, mengembangkan sikap bersyukur, belajar menerima kenyataan, sambil tetap bersuka cita adalah upaya yang juga bisa menghambat perkembangan penyakit ini.
INFO
Terapi AIR AKTIF untuk Kanker:
Menggunakan AIR putih dengan Kandungan OKSIGEN tinggi, KADAR mineral ANORGANIK rendah dan telah diAKTIVASI menggunakan teknologi MReT. Mampu membantu penyembuhan Kanker Usus Besar dan jenis kanker lainnya.
Harga : Rp. 269.500,- per paket
Informasi dan Pemesanan
Hub: 02133312449 / 08129971616 (sms)

Minggu, 15 November 2009

Testimony

Mulut Mencong Akibat Stroke

Saya seorang ibu rumah tangga berusia 67 tahun. Saya sudah 2 tahun menderita diabetes dan kelumpuhan pada wajah sebelah kiri sehingga mulut saya jadi mencong.Lutut sering sakit serta ada juga batuk dan nyeri di dada. Selama ini saya sering mengkonsumsi obat-obatan.
Kemudian pada suatu hari saya disarankan oleh anak saya mengkonsumsi Hyperglycemia High Calcium Powder yang diminum sebungkus per hari. Lalu, disarankan juga mengkonsumsi Chitin capsules 2 x 2 kapsul per hari dan Muncord 2 x 2 kapsul per hari. Saya disarankan melakukan terapi Acupoint tiga kali seminggu.
Saya minum terus produk tersebut setelah dua minggu mengkonsumsi produk dan melakukan terapi, wajah saya sudah normal kembali, lutut tidak sakit lagi serta batuk dan nyeri dada hilang. Setelah tiga minggu gula darah saya sudah kembali normal lewat pemeriksaan urin dan saya sudah beraktifitas seperti biasanya.
(Ny. J. Papilaya, Ambon)

Terserang Stroke di Usia Muda

Stroke tidak hanya menyerang orang lanjut usia saja. Kenyataannya Riki Citra yang masih berusia 24 tahun tiba-tiba saja terserang stroke. Suatu hari pada tahun 2006, Riki baru selesai sholat Maghrib di mushola tiba-tiba jatuh.
Awalnya, oleh keluarga, Riki dianggap kelelahan karena sibuk kerja dan kuliah. Tetapi, hasil pemeriksaan di rumah sakit terdeteksi adanya pendarahan di kepala bagian kanan yang mengakibatkan kelumpuhan anggota badan bagian kiri.
Riki divonis stroke sehingga harus dirawat di rumah sakit. Setelah sembilan hari dirawat dokter yang menangani menyarankan Riki untuk di operasi. Tetapi, karena harus mengeluarkan biaya Rp. 70 juta, maka pihak keluarga tidak mengikuti saran tersebut.
Oleh ayahnya Riki dibawa ke pengobatan tradisional di daerah Subang. Tetapi, usaha tersebut tidak membuahkan hasil yang berarti. Sampai suatu ketika Riki dianjurkan mengkonsumsi Grape Extract, oleh teman ayahnya. Grape Extract dikonsumsi dengan dosis 1 x 1 kapsul per hari selama dua minggu berturut-turut. Dengan biaya sekitar Rp. 500.000, kesehatan mahasiswa Universitas Jayabaya ini pun mengalami kemajuan yang nyata. Kini, Riki sudah bisa berjalan kembali, bahkan ia dapat mengelola kios HP di dekat rumahnya.
(seperti yang diceritakan Soetripno Wijaya kepada Award News)